Dari sekian banyak impian yang pernah kita miliki berapa banyak yang kita yakini mampu diwujudkan menjadi kenyataaan? Pertanyaan ini mampu menyadarkan kita tentang apa yang menjadi kepercayaan di dalam hidup kita. Sebagai manusia kita memiliki kepercayaan-kepercayaan tertentu yang terbentuk dari masa lalu, lingkungan hidup, sesuatu yang kita yakini, dan kepercayaan yang kita tanamkan di dalam diri kita. Sehingga hal ini membentuk diri kita tentang apa yang bisa dicapai dan apa yang tidak bisa dicapai. Setiap kita cenderung untuk tidak melakukan apa yang kita yakini tidak bisa dicapai, hal ini berpengaruh langsung terhadap pencapaian dan kesuksesan kita kelak di dalam kehidupan.
Pikiran-pikiran yang membatasi ini membuat potensi di dalam diri menjadi mandul, sehingga terkadang untuk hal-hal mudah saja kita tidak lagi mampu untuk mencapainya. Sebagai contoh, seseorang yang sangat sering mengatakan bahwa dia tidak bisa mempelajari sesuatu hal sudah pasti tidak akan bisa melakukan apa yang sudah menjadi kepercayaannya itu. Padahal hal yang dimaksud oleh orang tersebut hanya berhubungan dengan bagaimana menggunakan sebuah handphone. Saya yakin anda pernah menyaksikan contoh kasus yang seperti ini, bukan? Bagaimana jika apa yang anda percayai ternyata membuat anda seumur hidup tidak akan pernah menjadi seseorang yang mencapai impiannya? Bukankah itu sangat disayangkan, karena setiap kita diciptakan untuk menjadi seperti apa yang kita impikan.
Kepercayaan kita membentuk hidup yang sedang kita jalani di dunia ini. Sebenarnya tidak ada yang bisa dikatakan benar tentang apa yang bisa kita capai maupun apa yang tidak bisa kita capai. Karena terbukti bahwa begitu banyak orang yang tidak mempercayai bahwa Thomas Alva Edison dapat menbuat sebuah lampu telah salah menilai ketika mereka mengetahui Thomas telah menyelesaikan tugasnya dengan baik yaitu membuat sebuah bola lampu di mana tidak seorang pun percaya kepadanya. Demikian juga yang terjadi dengan Bethoven, dia menciptakan karya musik yang abadi dalam keadaan tuli dan tidak pernah mendengar secara langsung apa yang telah dia ciptakan. Begitu banyak contoh-contoh di dalam dunia ini tentang kemampuan manusia yang tidak terbatas untuk mencapai hal-hal luar biasa, apalagi hanya sebatas membuat diri anda sukses dan mencapai kemapanan financial yang merupakan dambaan hampir setiap orang.
Tidak ada batasan bagi mereka yang memiliki impian di dalam kehidupannya, jika anda percaya anda bisa, anda benar, jika anda percaya anda tidak bisa, anda pun benar. Jadi berhati-hatilah tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaan anda. Anda akan menjadi seperti apa yang anda percayai di dalam kehidupan. Karena andalah yang paling benar menilai diri anda. Saya berharap setiap kita mempercayai bahwa kita sungguh bisa mencapai apapun dan menjadi apapun yang menjadi impian kita. Karena kitalah yang menentukan apakah kita bisa atau tidak mencapai impian-impian hidup kita. Make everything is possible with Self-Management. Salam FunTastic!

Darmadi Darmawangsa, M. Sc., C. Eng.
James Gwee
Tung Desem Waringin
Andrew Ho
Tommy Siawira
Haryanto Kandani
Tirta Setiawan
Ippho Santosa
Adhi Santoso, BBA
Andrew Nugraha